Jumat, 24 Februari 2012

Diba’an part 1


Kejadian ini kira – kira terjadi  beberapa bulan yang lalu, tepatnya malam jum’at. Waktu itu seperti bisaa di perumahan diadakan yasinan (yang ini juga baru ngikutin pas tinggal di perumahan ini, maklumlah dari keluarga Muhammadiyah mainded, yang tidak pernah mengikuti yang namanya yasinan) di salah satu rumah warga yaitu Budhe nasi goreng, begitu orang seperumahan biasa memanggilnya, karena profesi beliau adalah penjual nasi goring di waktu sore.
Ternyata undangan yang awalnya yasinan berubah menjadi Diba’an, karena permintaan yang punya rumah. Sebelum acara dimulai salah seorang Ibu mengeluarkan buku yang berjudul Diba’an, tanpa piir panjang langsung saja ku ambil satu yang ternyata buku tersebut terdiri dari 2 fersi, berharap buku yang aku ambil sama dengan yang diambil oleh Ibu sebelah ku, ternyata di luar dugaan buku yang aku pegang berbeda dengan yang di ambil Ibu yang duduk di sebelahku. Sebenarnya harapanku jika buku kami sama adalah aku bisa mencuri liat halaman yang akan dibaca, sehigga tidak ketahuan kebinggungan ku atau ke konyolan ku. Apa yang terjadi jika semua orang yang ikut tau bagian mana yang akan dibaca, sedangkan aku, yach…tinggal berharap dalam hati saja semoa yang dibaca nanti berurutan.
Awalnya semua berjalan lancer dan aku pun bisa mengikutinya dengan fasih (kalau Cuma baca tulisan arab sih, jelek  - jelek gini bisalah hehehehe) tapi ketika sampai di tengah – tengah, ya ampun, bener – bener ampun deh, yang dibaca loncat sana – sini, dan keika semua orang bisa dengan entengnya membolak balik halaman yang akan dibaca, tinggal aku sendiri yang kelimpungan Cuma bolak – balik halaman tanpa menemukan bagian mana yang dibaca. Allah hu Akbar. Aku Cuma bisa cengar – cengir saja di dalam hati dan terlihat konyol dihadapan Ibu – Ibu pengajian.
Setelah kira – kira satu jam, akhirnya selesai juga acara Diba’an. Dan seperti bisaa acara di akhiri dengan acara makan – makan. Sambil menikmati makanan, salah seorang Ibu yang berada di sampingku dengan rasa percaya diri yang tinggi bertanya “ baru ikut Diba’an pertama kali ya dek” dan dengan rasa percaya diri yang tidak kalah tinggi nya kujawab “iya Ibu” sambil tetap cengar – cengir hehehe…
Diba’an oh diba’an…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar